Minggu, 25 November 2012

Garuda Mulai Menapaki Kemenangan


Tim tuan rumah, Garuda Kukar Bandung akhirnya merebut kemenangan pertama di NBL Indonesia 2012-2013. Menghadapi permainan keras dari Stadium Jakarta, Garuda terjebak pada situasi di mana para pemain andalannya melakukan banyak foul di dua kuarter awal. Beruntung, akurasi tembakan para pemain Stadium tidak terlalu baik. Garuda menang 64-57.
Tidak bermainnya Merio Ferdiyansyah memberi dampak yang cukup besar bagi Stadium. Merio yang kerap menjadi mesin poin di Stadium tidak memiliki pemain pengganti yang benar-benar setimpal. Indra Budianto memang berhasil memasukan satu-satunya tembakan tiga angka yang ia lepaskan. Namun penjagaan ketat Garuda membuat Indra kesulitan mencari ruang tembak. Garuda unggul tipis 14-12 di akhir kuarter pertama.
Performa Garuda meningkat tajam di kuarter kedua. Enam pemain Garuda yang belum mencetak angka di kuarter pertama, bergantian saling menyumbang poin. Surliyadin, rookie Garuda memberikan kinerja terbaik dengan enam poin di kuarter ini. Dengan rata-rata field goals 50 persen di kuarter kedua, Garuda memimpin 37-26 memasuki kuarter ketiga.
Stadium mulai menerapkan sistem pertahanan full court press di kuarter ketiga. Situasi yang memaksa pemain Garuda untuk bermain cepat. Setelah berhasil keluar dari jebakan-jebakan Stadium, para pemain Garuda berhasil mempertahankan kestabilan serangan. Rookie Garuda yang lain, Chandistira Pranatyo memasukan tujuh angka di kuarter ketiga untuk mempertahankan keunggulan dengan selisih 10 angka.
Awal kuarter empat menjadi kepunyaan para pemain Stadium. Daniel Iskandar dan kawan-kawan bahkan berhasil mengunci Garuda untuk tidak berhasil menambah angka, sementara mereka kebut dengan tambahan 10 poin. Namun lagi-lagi Stadium yang menerapkan permainan cepat, terjebak melakukan beberapa kali foul yang tidak perlu. Garuda berhasil menjaga selisih keunggulan menjadi tidak lebih dekat lagi.
Strategi Garuda dengan menurunkan para pemain rookie berbuah manis. Diftha Pratama, yang juga berstatus rookie menjadi pencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 12 poin. Sementara pada tim Stadium, Daniel terbanyak juga dengan 12 poin.

Perlawanan Baik Hangtuah Tak Mampu Redam Aspac

Meskipun kalah cukup telak dari Dell Aspac Jakarta dengan kedudukan 83-57, Hangtuah Sumsel IM memberikan perlawanan yang berarti. Tri Wilopo dan kawan-kawan mengimbangi dengan baik kecepatan dan kerasnya permainan Aspac. Rapatnya pertahanan Aspac mampu menekan jumlah tembakan Hangtuah, yang kemudian berpengaruh kepada usaha menambah angka..
Rata-rata field goals kedua tim di akhir kuarter pertama terpaut tipis. Hangtuah 43 persen, sementara Aspac 47 persen. Performa meyakinkan dari Agustinus Dapas Sigar dan Ngurah Teguh mengimbangi Xaverius Prawiro dan Pringgo Regowo di Aspac. Aspac hanya mampu unggul tipis 20-17 di akhir kuarter pertama.
Walau belum terlalu kencang, melalui Xaverius, Aspac mulai meningkatkan akselerasi. Yus, panggilan akrab Xaverius memasukan dua kali tembakan tiga angka dari dua kali percobaan ditambah dua tembakan medium. Dengan akumulasi 17 poin di kuarter kedua, Aspac menjauh dengan selisih sembilan poin di akhir kuarter ini.
Rapatnya pertahanan Aspac coba dipecahkan oleh Hangtuah dengan mengandalkan kecepatan para guardnya. Strategi ini cukup efektif membawa Hangtuah menambah 16 angka di kuarter ketiga. Namun buruknya koordinasi pertahanan membuat Aspac beberapa kali leluasa mengeksekusi serangan-serangan fast break. Rookie Aspac, Andakara Prastawa bermain luar biasa di kuarter ketiga. Ia memasukan tiga kali tembakan tiga angka berturut-turut dari titik yang sama.
Unggul 63-44 di awal kuarter terakhir, Aspac berada di atas angin. Hangtuah tidak lagi menunjukan peningkatan intensitas serangan. Aguy yang mencetak 12 poin hingga akhir kuarter ketiga tidak bermain di kuarter terakhir. Kuarter terakhir menjadi milik Fandika Ramadhani yang mencetak tujuh poin bagi Aspac.
Akhirnya, Xaverius menjadi pencetak angka terbanyak bagi Aspac dengan total 20 poin. Sementara Pringgo dahsyat dengan raihan dobel-dobel, 16 poin dan 13 rebound. Pada kubu Hangtuah, 12 poin dari Aguy adalah yang terbanyak.

Pacific Mulai Berada di Atas Bimasakti

Memperbarui skuat dan menarik kepala pelatih baru mulai memberi dampak baik bagi Pacific Caesar Surabaya. Menghadapi Bimasakti Nikko Steel Malang yang musim lalu lebih unggul, Pacific mulai menunjukan taringnya. Melalui permainan apik Airlangga Sabara, Gege Nagata, Charlie Fanny, dan Eko Sasmito, Pacific menang 69-62.
Laga ketat berjalan di kuarter pertama. Pacific yang berhasil menjauh setelah tertahan lima sama di pertengahan kuarter melakukan foul terhadan Made Indra yang melepaskan tembakan tiga angka di ujung kuarter pertama. Indra yang mendapat kesempatan melakukan tembakan bebas sebanyak tiga kali, memasukan semua tembakannya. Bimasakti mendekat dan menutup kuarter pertama teringgal hanya satu poin, 15-14.
Point guard Pacific yang juga merupakan rookie tim ini, Charlie Fanny memasukan sebuah tembakan tiga angka untuk membuka poin timnya di kuarter kedua. Charlie yang bermain penuh selama kuarter kedua kemudian memasukan dua tambahan tembakan tiga angka kembali. Permainan gemilang Charlie tidak hanya ditunjukan melalui tembakan tiga angka. Ia juga melakukan dua kali drive yang gagal dihentikan para pemain Bimasakti. Charlie mencetak 13 angka di kuarter kedua, membawa timnya unggul sementara 38-32 di akhir kuarter ini.
Kondisi fisik dua pemain andalan Bimasakti yang tidak sepenuhnya fit berpengaruh besar dalam raihan angka. Hingga akhir kuarter ketiga, Yanuar Dwi Priasmoro hanya mampu mencetak empat poin, sementara Bima lebih baik dengan total 13 angka.
Unggul kecepatan dan akurasi, Pacific menutup perlawanan Bimasakti dengan tetap menjaga keunggulan meskipun Bimasakti terus menempel. Empat pemain Pacific mencetak dua digit poin. Airlangga Sabara tertinggi dengan 18 poin, serta 13 rebound. Dobel-dobel Airlangga adalah yang keenam sepanjang karirnya di NBL Indonesia.
Pada kubu Bimasakti, Bima Rizky juga meraih dobel-dobel dengan 15 poin dan 10 rebound. Dobel-dobel ini adalah dobel-dobel ke-15 sepanjang karir Bima di NBL Indonesia.
 
Resistance Bands Free Blogger Templates